Seword, Media Buzzer Sampah

 Seword, Media Buzzer

buzzer-5f66ed6a097f365ddf5b9852.jpg

Alifurrahman, peneliti sampah yang tulisannya muncul di seword, menjadi bukti bahwa seword merupakan media tulisan sampah para buzzer yang ingin memutar balikkan fakta. Ia justru melakukan pembelaan terhadap penusuk Syeikh Ali Jaber hanya dengan alasan suara TOA. Padahal kejadian tersebut tidak ada kaitannya dengan suara TOA.

Tentu saja tulisannya diamini oleh orang - orang yang benci dengan Islam, mereka lalu mengaitkan dengan suara adzan yang dikumandangkan melalui TOA. 

buzzer2-5f66ee93d541df6797584ac2.jpg
buzzer2-5f66ee93d541df6797584ac2.jpg

Apa yang ada dipikiran Alifurrahman, yang melakukan pembelaan terhadap pelaku penusukan, sebegitu bencinya dia dengan ulama, namanya sangat tidak sesuai dengan pemikirannya. Sungguh miris, orang - orang sok intelek ini membuat sebuah opini menyesatkan, memutar balikkan fakta, membuat seolah - olah kesalahan ada pada diri korban.

ALifurrahman mengaitkan dengan suara yang menggangu dari radius terdekat dari rumah Alpin, sehingga wajar saja kalau Alpin marah. Dalam tulisannya ia mengupas bahwa suara TOA yang diperdengarkan dari masjid seringkali memekakkan telinga dan mengganggu sekitar termasuk suara adzan yang berkumandang.

Berbagai pengajianpun menjadi tuduhannya, bahwa mestinya jangan mengganggu dengan suara TOA, apalagi bulan Ramadhan yang seringkali memperdengarkan ayat Al qur'an sampai larut malam. 

buzzer3-5f66f054d541df41731330c2.jpg
buzzer3-5f66f054d541df41731330c2.jpg

Tulisan ALifurrahman pun dengan gamblang mengaitkan kejadian penusukan yang dilakukan oleh Alpin ini adalah sesuatu hal yang wajar, karena seringkali umat Islam mengganggu dengan suara melalui pengeras suara. Jadi pembelaannya itu sebetulnya tidak berdasar, dengan mengaitkan permasalahan yang berbeda.

Situasi pengajian yang tidak setiap hari lalu dikaitkan dengan kaum Muslimin yang rutin menggunakan pengeras suara, yang menurutnya mengganggu sekitar. Pembelaan yang dilakukan Alifurrahman ini tidak berdasar, tulisannya menyakiti umat Islam. Namun, kalau kita perhatikan media seword, memang media buzzer yang hanya condong kepada satu pihak tertentu.


0 Response to "Seword, Media Buzzer Sampah"

Post a Comment