Jodha Akbar Episode 28 | 22 September 2020

 
Raja Bharmal menyuruh orang lain membacakan surat Sharifuddin. Orang itu membaca sampai habis. Selain berisi ancaman untuk membunuh ke 3 pangeran Amer jika Raja Bharmal menolak untuk menyerah, akhir surat itu juga berisi pernyataan kalau mereka mengirim pulang kepala calon suami puteri Jodha. Semua yang mendengarnya terhenyak tak percaya.


Bhagwandas berjongkok untuk mengambil bungkusan kain kuning dengan tangan gemetar. lalu dengan di bantu menteri lain, Bhagwandas membuka bungkusan itu. Seketika kengerian dan kesedihan terpampang di wajah mereka. saking tak kuat menatap kengerian itu, mereka semau memalingkan wajah. Raja Bharmal menatap ke balkon, kearah Jodha dan keluarganya. Seperti memahami apa yang sebenarnya terjadi, Jodha terbelalak. Kenangan tentang Suryabhan Singh terlintas di benaknya. Jodha pingsan seketika.

Jodha terbaring di atas tempat tidur di kelilingi oleh Mainawati dan anggota keluarga yang lain. Mainawati sadar kalau ramalan Shaguni bay sedang terjadi. Mainawati ketakutan, dia berusaha menyadarkan Jodha. Begitu tersadar, Jodha menangis histeris. Mainawati ikut menangis. Nenek menenangkan Jodha dan memberinya semangat. Kata nenek, "Rajput menghargai pengorbanan orang yang mereka cintai, kau adalah tuan puteri Amer, Amer dalam bahaya. Tapi kau tak boleh kehilangan keberanianmu.." Lalu nenek menenangkan para kakak ipar Jodha yang suaminya jadi tawanan perang. Nenek yakin raja Bharmal akan melindungi mereka.

Tapi dugaan nenek salah, raja Bharmal tidak berniat memenuhi tuntutan Sharifuddin agar menyerah sehingga putra-putranya selamat. Raja Bharmal lebih mendahulukan statusnya sebagai seorang Raja daripada seorang ayah. Dia rela mengorbankan anak-anaknya demi Amer. Nenek mendengar itu dan tidak setuju.


Di Harem. Bakshi Bano sedang menanggis, jalal datang menghiburnya. Kata jalal, "kau adalah adikku, aku tak bisa melihatmu menangis.." Bakshi Bano menjawab, "kesedihan adalah takdir, tidak memaafkan siapapun, kakak." Jalal melarang Bakshi bano berkata begitu, "akutak bisa mengubah apa yang telah terjadi, tapi aku akan berusaha untuk melakukan sesuatu agar kau tidak menangis lagi.. dan aku bisa melihat senyummu.." Hamida bano, Maham dan rombongan melihat itu dari luar kamar.

Melihat mereka, Jalal segera keluar untuk mendekati hamida bano. hamida meminta agar Jalal tidak mengkhawatirkan Bakshi, "8 bukan telah berlalu sejak kematian Ibrahim. lukanya akan sembuh seiring waktu.." Maham tidak setuju dengan pendapat Hamida, menurut Maham kesepian bakshi akan betambah seiring berjalan nya wkatu, mereka harus mencari cara untuk mengembalikan semangat hidup Bakshi.. Jalal sepertinya setuju dengan saran Maham.

Jodha yang rapuh oleh kesedihan tidak ingin kalau kakak-kakak iparnya mengalami hal yang sama seperi dirinya, kehilangan orang yang mereka cintai. Demi itu, Jodha datang menemui Raja Bharmal. raja Bharmal berjanji akan membalas kematian Suryabhan Singh. Tapi Jodha ta setuju, dia tak ingin balas dendam, karena konsekuensinya sangat besar. Jodha ingin kakaknya di bebaskan begitu juga para tentara yang di tawan Mughal. Tapi Raja Bharmal belum ingin mengaku kalah. Jodha mengingatkan kalau sebenarnya mereka telah kalah, dan untuk menyelamatkan yang tersisa, dia ingin ayahnya mengaku kalah dan berunding denga Mughal, "aku tak mau kehilangan kakak-kakak ku. Sekarang satu-satunya pilihan yang kita punya adalah menerima syarat mereka.." jalal berkata kalau dia telah kehilangan calon suaminya, dan dia tak bisa melihat kakak iparnya mengalami hal yang sama.

Raja Bharmal sangat memahami perasaan putrinya. Ia begitu sedih melihat Jodha menanggung duka yang begitu dalam. Dia mengabulkan permintaan Jodha dan bergegas pergi. Sepeninggal Bharmal, Jodha menangis sejadi-jadinya..


Sujamal merasa sangat gelisah dan bersalah kepada Jodha karena tidak bisa melindungi Suryabhan. Sujamal pun mengingat kenangan-kenangannya bersama sepupunya tersebut. tiba-tia Sujamal melihat Jodha di hdapannya. Sujamal segera berlutut di kakinya dan memohon maaf. Jodha menjawab, "kau bukan saja membuatku salah sangak, tapu juga seluruh rajputana. Prajurit pemberani lebih memilih mati daripada menyerah Itulah yang di lakukan raja Suryabhan. Tapi kau malah bekerja sama dengan Mughal. Kau khianati bangsamu hanya untuk tahta, kenapa kau tega memenggal kepala tunangan adikmu sendiri?.." 

Sujamal ingin memberi penjelasan, tapi Jodha menepis tangan Sujamal dan berkata, "... teman musuhku adalah musuhku. Jalal adalah musuhku, karena kau temannya, maka kau juga musuhku!" Sujamal berteriak, Jodha.." Tiab-tiba Jodha lenyap. Sujamal bingung, ternyata itu hanya khayalannya semata. Sujamal yang berada dalam dilema, kabur dari tenda Mughal..

0 Response to "Jodha Akbar Episode 28 | 22 September 2020"

Post a Comment