Amerika Serikat Porak-poranda, Presiden Trump Sembunyi di Bungker

Presiden Amerika Donald Trump. (Foto: Reuters/ant)
Dilansir dari media Genpi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan mengamankan diri ke bunker dan berlindung selama satu jam saat para demonstran kematian George Floyd mengepung Gedung Putih.

Trump dibawa ke ruangannya ketika situasi sudah terkendali.

Sementara itu, ibu negara Melania dan anak bungsu Trump, Barron, juga ikut serta mengamankan diri dalam bunker tersebut.

Mereka akan dipindahkan ke Pusat Operasi Darurat (EOC) jika status keamanan di Gedung Putih sudah mencapai merah.

Menurut laporan The New York Times, Trump memuji tindakan Pasukan Pengamanan Kepresidenan AS (Secret Service) terhadap kondisi pada saat itu.

Pasalnya, aparat kepolisian akhirnya berhasil memukul mundur dan membubarkan para pengunjuk rasa yang berada di depan Gedung Putih.

Tak hanya keamanan sang presiden, Secret Service juga menyarankan kepada para pegawai Gedung Putih untuk tidak menunjukkan tanda pengenal mereka saat menuju tempat kerja atau pulang.

 
Imbauan tersebut disampaikan melalui surat elektronik. Alasannya untuk mewaspadai kondisi yang terjadi saat ini. Sebab, massa kembali berkumpul di Washington D.C. untuk menggelar aksi keprihatinan.

Setidaknya, sebanyak 40 kota dan 15 negara bagian di AS saat ini menerapkan jam malam untuk meredam gelombang demonstrasi.

Bahkan di beberapa kota, pemerintah setempat meminta bantuan kepada korps pasukan Garda Nasional untuk membantu pengamanan bersama-sama polisi.

Kasus Floyd memicu aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan dan penjarahan di Minneapolis, Atlanta, San Francisco, Miami, dan Denver.(*)