Kenali Profil Majelis Ulama Indonesia

MENGENAL PROFIL MAJELIS ULAMA INDONESIA

Tak kenal maka tak sayang. Maka akibatnya : dari sekedar meremehkan sampai fitnah dan intimidasi, kerap muncul dari kaum muslimin, non muslim hingga penguasa terhadap MUI dan kiprahnya.

Maka perlu bagi kita semua untuk melongo sejenak profil MUI agar diperoleh perspektif obyektif dalam menilainya dan menghormati kedudukan serta tindakannya.

*Siapa Anggota Komisi Fatwa*

Dalam daftar kepengurusan MUI Periode 2015-2020 yang ada dalam dokumen MUI, hasil Munas di Surabaya, komisi fatwa ada di urutan pertama.  

Anggota Komisi Fatwa MUI berjumlah 67 orang, terdiri dari 12 orang Guru Besar, 32 doktor di berbagai bidang hukum dan keIslaman, serta pimpinan lembaga fatwa ormas Islam, pimpinan pondok pesantren, pimpinan perguruan tinggi Islam, serta ahli hukum dan bidang-bidang terkait.

Di level pimpinan, latar belakang akademik pimpinan Komisi Fatwa menunjukkan kompetensi yang membuat kita semakin tak berani untuk meragukannya.

*Ketua Komisi Fatwa*, Prof. DR. Hasanudin Abdul Fattah adalah Guru Besar bidang ushul fiqih, filsafat hukum Islam. Beliau asal Banten. Pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, juga Dosen Pascasarjana.

*Sekretaris*nya, DR. Asrorun Ni'am Sholeh Lc, MA, doktor di bidang Ushul Fiqh. Ulama muda dengan beragama prestasi, mengenyam pendidikan di berbagai pesantren, pernah belajar langsung kepada Syaikhul Azhar Prof. Dr. Ahmad al-Tayyib. Ia juga pernah belajar di National University of Singapore (NUS) dan John Hopkins University Baltimore USA. Untuk semangat kebangsaan, tak diragukan lagi, ia alumni Pendidikan Kepemimpinan Nasional paling prestisius, PPSA XX Lemhannas RI, termuda di angkatannya.

Di jajaran *Wakil Ketua*, ada Kyai Malik Madany, Ulama ahli fikih senior, Mantan Katib Aam Syuriyah PBNU, dosen dan mantan Dekan Fak Syariah UIN Yogyakarta.

*Wakil Ketua* lainnya ada Prof. Dr. Fathurrahman Djamil, guru besar bidang Ushul Fikih yang merupakan tokoh Muhammadiyah. Ada Prof. Dr. Muhammad Amin Suma, guru besar hukum Islam yang juga sarjana dan master hukum. Ada juga Wakil Ketua LBM PBNU.

Di posisi *Wakil Sekretaris*, ada Guru Besar bidang hukum Islam dan ahli hukum ekonomi Syariah, Guru Besar UIN Bandung, yang pernah menjabat sebagai Ahli di Mahkamah Agung.

Ada juga Wakil Ketua LBM PBNU dan pimpinan Pesantren Darurrahman Jakarta.

Ada Ahli Astronomi dari Pimpinan Muhammadiyah, ada juga dari PB al-Washliyah. Latar belakang keilmuan serta akademik anggota Komisi Fatwa juga sangat beragam.

Ada ahli ilmu tafsir, mantan Rektor Institut Ilmu Al-Quran, Dr. KH. Ahsin Muhammad. Ada guru besar hukum Islam Universitas Indonesia, Prof. Dr. Uswatun Hasanah.

Ada Direktur Pascasarjana IIQ DR. KH. Munif Suratmaputra, MA. Ada Guru Besar bidang linguistik, bidang hukum, bidang hadis, bidang fikih, bidang tafsir, bidang filsafat hukum Islam.

Ada juga peneliti hukum, ada juga hakim serta ahli hukum dari Mahkamah Agung, serta dari Kementerian Hukum dan HAM.

Ada juga Ketua Majelis Tarjih Muhammadiyah Prof. Dr. Syamsul Anwar, Pimpinan Lembaga Bahtsul Masail PBNU, Pimpinan Lembaga Fatwa PB Al-Washliyah, PUI, DDI, Persis, Al-Irsyad, Rabithah Alawiyyah, dan berbagai ormas Islam lainnya.

Ada juga pimpinan Fakultas Syari'ah dan Hukum Perguruan Tinggi Islam terkemuka, seperti UIN Jakarta, UIN Yogyakarta, UIN Bandung, IAIN Banten, PTIQ, IIQ, Uniersitas Asy-Syafiiyyah, Universitas Indonesia, serta pimpinan dan alumni pondok pesantren terkemuka seperti Lirboyo, Ploso, Kajen, Tebuireng, Gontor, Padangpanjang, al-Khoirot, Buntet, Cipasung, Sarang, Langitan, Krapyak, Tambakberas, Garut, dan sebagainya .

Melihat latar belakang keilmuan orang-orang yang berada di balik Komisi Fatwa MUI, maka saya 'menyerah'. Tiada daya dan argumen lagi untuk meragukan kredibilitas dan kompetensi mereka dalam menetapkan fatwa dan karenanya saya tidak kuasa untuk mendegradasi fatwa-fatwa yang dihasilkan. Tidak ada pilihan kecuali untuk menerimanya sebagai panduan dan tuntunan bagi saya selalu. _Sami'na wa atha'na_....

_____

0 Response to "Kenali Profil Majelis Ulama Indonesia "

Post a Comment