ANDA TIDAK PERNAH SENDIRI (Rangkuman Kultum Ustadz Abu Zubair Al Hawary) (Edisi Kultum Ramadhan)



ANDA TIDAK PERNAH SENDIRI
Alhamdulillahi robbil ‘alamiin..wabihii nasta’iinuhuu ‘alaa umuriddunya waddiin, wa ‘alaa alihi washohbihi ajma’iin..Amma ba’du..

Jama’ah Sholat Isya, Tarawih dan Witir yg dimuliakan Allah
Alhamdulillah, segala puji bagi Alloh Tabaroka wa Ta’ala yang menciptakan alam, mengaturnya dan memberi rezeki kepada penghuninya.
Sholawat serta salam senantiasa kita ucapkan kepada junjungan kita al-Mushtofa Khotamil Anbiya’ Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam, yang telah mengeluarkan kita dari gelapnya kebodohan menuju cahaya ilmu dan tauhid. 

Jama’ah Sholat Isya, Tarawih dan Witir yg dimuliakan Allah
Dalam kegelapan malam, di tengah kesunyian, suasana yang remang-remang, dua sejoli- duduk berpasang-pasangan. Mereka mengira tiada seorangpun yang melihat. Mereka menyangka tidak ada manusia yang menjadi saksi. Syaitan- menggoda dan membujuk keduanya, nafsu dan syahwat- mulai menggiring keduanya- untuk melakukan maksiat..”Mari...tiada orang yang melihat kita, tiada orang yang mendengar, tiada orang yang mengetahui, hanya bintang-bintang yang menjadi saksi”. Tetapi keduanya lupa- bahwa yang menciptakan bintang-bintang trsebut- bersemayam di atas Arsy sana- mendengar- melihat- menyaksikan- dan mengetahui- apa yang diperbuat keduanya.

            Sekalipun mereka lupa, tetapi dua malaikat- yang senantiasa mengiringi mereka tidak lupa mencatat- apa yang mereka katakan- apa yang mereka perbuat- dalam kegelapan – dalam keheningan- dalam kesunyian- malam trsebut.

            Saudaraku..saudariku..

            Idzaa kholauta biriibatin fii dhulmatin wannafsu daa iyatun ilattughyaani.. “ apabila engkau berkholwat dengan maksiat -dlam kegelapan dan nafsu- membawamu untuk bertindak- berbuat aniaya. Fastakhi min nawaril ilaahi wa qullahaa innalladzii kholaqo dholamaa yarooni ( malulah- kepada penglihatan ilaah, katakan kepada nafsumu- bahwa sesungguhnya yg menciptakan kegelapan ini- melihat perbuatanmu. Sungguh makna yang dalam dari seorang pujangga.

            Mengajak kita untuk menghadirkan roqoobatulloh ( pengawasan Allah SWT). Manusia ketika dia seorang diri- atau ketika dia – jauh dari manusia. Dalam kegelapan – dalam kesunyian- mengira..tidak ada yang mengetahuinya berbuat dosa dan maksiat.  Tetapi malaikat mengiringinya- tetapi Allah maha melihat- Allah maha mengetahui- dan akan -dihisab kelak – di hari kiamat- 

Disinilah wahai saudara saudariku...pentingnya untuk- menghadirkan muroqobatulloh. Kapanpun – dimanapun- apapun kondisi dan saatnya. Kita harus btul2 yakin dan merasakan bahwa Allah SWT- yg menciptakan kegelapan dan malam ini- mnciptakan keheningan dan kesunyian- tidak ada tersembunyi darinya- perkataan – perbuatan – apa yang terlintas di hati- di benak – dan di pikiran kita.
Saudaraku..saudariku.. yg semoga senantiasa dirahmati dan diberkahi oleh Allah SWT...

Roqboatulloh ini- keyakinan kita – bahwa Allah mengawasi- mengetahui setiap tindak tanduk kita. Ini pembeda aantara seorang mu’min sejati dan orang yang lemah imannya. Jika anda ingin menguji kekuatan iman anda ketika itu. 

            Apa yg membuat Nabi Yusuf akhirnya dipanggil oleh Allah di dalam Alqur’an..”Ayyuhas siddiq ..Karena- ktika maksiat berusaha untuk menjeratnya, syetan berusaha menjeratnya..hanya dia dengan seorang wanita cantik. Saat itu roqobatulloh mengingatkan dia – dan mmbuatnya dia terbentengi lari dan selamat dari godaan- nafsu dan syahwat.

 Rosulullah SAW menegaskan di dalam hadits yang dihasankan oleh syaikh al albani rohimahullohu ta’ala.. “yu’ta yaumal qiyamah ( didatangkan kelak di hari kiamat ) –biaqwaamin ma’ahum a’maal ( yg mmbawa amal sholih) kal jibaalik tahamah ( sperti gunung tahamah- gunung besar di Nejd- tsumma ja’alahallahu ( kmudian Allah jadikan) haba’a masa ( Allah jadikan debu yang beterbangan sia-sia). Para sahabat yang merasa khawatir dan takut bertanya “shifhum lanaa ya rosulullah (ceritakan ciri-ciri mereka hai rosulullah) ?. Rosulullah menjelaskan- mereka sama sperti kita- berbicara dengan lidah sprti kita- kulitnya sama sperti kita-  sholat sperti kita juga- beribadah sperti kita. 

Walaakinnahum idza kholaw bimaharimillah ( tetapi ktika mereka sndiri- berkholwat – dengan perkara yang diharamkan oleh Allah). In tahakuhaa ( mereka melanggarnya- mereka merusaknya).

Jika hati betul-betul ikhlas- tulus- dalam mengimani Allah SWT - Kapanpun – dimanapun- apapun kondisi dan keadaanya. Dia senantiasa merasakan pengawasan yang diatas Arsy sana-  bahwa Dia Maha melihat- maha mendengar- maha mengetahui – dan dia emnugaskan dua malaikatnya untuk mengawasi dan mencatat- serta Dia kelak di hari kiamat- akan menghisab dan meminta pertanggungjawaban- dari apa yang kita perbuat-  Hati- hati – anda tidak pernah sendiri wahai saudaraku- hati- hati – anda tidak pernah sendiri- wahai saudariku.

 Mari bertaqwa kepada Allah -Kapanpun – dimanapun- apapun kondisi dan keadaanya.
Semoga Allah SWT menjaga keistiqomahan kita- baik dihadapan orang banyak- maupun ketika kita sendiri.

Demikian kultum yang singkat ini- semoga bermanfaat..
Nuun.. walqolami wamaa yasyturuun
Wassalamu alaikum wr wb

0 Response to "ANDA TIDAK PERNAH SENDIRI (Rangkuman Kultum Ustadz Abu Zubair Al Hawary) (Edisi Kultum Ramadhan)"

Post a Comment