Kasus Kematian Ibu Hamil Tinggi Se-Jateng, FMM Inisiasi #Save Ibu dan Bayi



Trelepnews.id, BREBES- Kasus kematian Ibu Hamil di Brebes tertinggi Se Jawa Tengah membuat perhatian dari beberapa pihak agar mensosialisasikan untuk mengurangi dan memperhatikan kasus tesebut. Diantaranya Forum Masyarakat Madani (FMM) yang berinisiatif untuk membuat DP Facebook #Save Ibu dan Anak, Mamane Slamet Bayine Slamet, Brebes darurat Kematian Ibu dan bayi.

Setelah DP #Save ibu dan bayi didesain menarik, ternyata membuat beberapa akun facebook warga Brebes dari berbagai profesi langsung mengganti DP nya dengan #save ibu dan bayi. Diantaranya yang mengganti DP adalah Ir. Djoko Gunawan, Khaerul Abidin,MM, dr. Umar Utoyo, dr. Hj. Rudi pangarasami utami, Nurul Aeni, SKM, Bahrul Ulum, SE, Msi, dan lainnya.

Menurut anggota FMM, Rizky fajar Afriansyah (28), dia merangkumnya menjadi sembilan buah rekomendasi darurat Kematian Ibu Hamil dan Bayi di Kabupaten Brebes diantaranya terbatasnya akses masyarakat terhadap fasilitas pelayanan kesehatan yang berkualitas terutama pemeriksaan dengan menggunakan USG bagi Ibu Hamil tidak mampu, program sosialisasi dan promosi kesehatan ibu dan anak oleh Pemda kurang masif yg berdampak pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini ibu hamil beresiko dan keselamatan ibu masih rendah, masih rendahnya status gizi dan kesehatan ibu hamil.


“Selanjutnya, masih rendahnya angka pemakaian kontrasepsi, belum tercovernya seluruh ibu hamil tidak mampu oleh Jamkesda maupun JKN, masih belum sinerginya program penyelamatan Ibu hamil dan Bayi antar lintas SKPD sehingga masih terkesan berjalan sendiri, masih kurangnya tenaga kesehatan (dokter spesialis Obsgyn, anak, anestesi, bidan, dokter umum, dan perawat) di Fasilitas kesehatan milik pemerintah, belum terlibatnya sektor swasta (pengusaha) dalam program kesehatan Ibu dan Anak dan rekomendasi hasil Audit kematian belum ditindak lanjuti secara serius oleh Pemerintah daerah,” papar rizky.

dr.Sigit Laksamana,SPOG menambahkan, dengan semakin banyaknya kematian ibu hamil akibat preeklampsia beserta komplikasinya dibutuhkan tindakan yang lebih agresif dalam pengakhiran kehamilan tentunya dibarengi dengan kemampuan perinatologinya. Misalkan, jika ditemukan kenaikan tekanan darah disertai proteinuria pada usia kehamilan 34 mg harus sudah dirujuk dan kemungkinan untuk diterminasi.

“Selain itu, perlunya peningkatan ketrampilan tenaga kesehatan dalam pengelolaan kehamilan dan persalinan sehubungan dengan meningkatnya beban puskesmas terutama poned dan mampu persalinan,” pungkasnya.

Terungkap, FMM mengajak semua warga Brebes pada acara Car Free Day pada hari Minggu tanggal 29 Mei 2016 untuk kopdar di alun-alun Brebes mensosialisasikan #Save ibu dan Bayi. (LH)

0 Response to "Kasus Kematian Ibu Hamil Tinggi Se-Jateng, FMM Inisiasi #Save Ibu dan Bayi"

Post a Comment